Atas tindakan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, dunia tampak banyak yang memilih diam. PBB seolah kehilangan wibawanya. Dalam situasi seperti ini, tindakan militer tersebut kerap dianggap seolah benar hanya berdasarkan alasan sepihak. Dalam hal ini, berbagai media internasional berulang kali melaporkan bahwa serangan terhadap fasilitas militer maupun program nuklir Iran memicu kecaman dari berbagai negara karena dinilai dapat meningkatkan risiko konflik regional.
Dalam konteks politik Amerika Serikat, nama Presiden Donald Trump sering dikaitkan dengan kebijakan luar negeri yang keras terhadap Iran. Pada masa pemerintahannya, ketegangan meningkat setelah Amerika Serikat menarik diri dari kesepakatan nuklir Iran yang dikenal sebagai Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA). Ketegangan tersebut bahkan memuncak pada peristiwa pembunuhan komandan militer Iran, Qassem Soleimani, pada tahun 2020, yang memicu kecaman internasional serta kekhawatiran akan pecahnya konflik besar di kawasan Timur Tengah.













