Sementara itu, hubungan tegang antara Israel dan Iran juga kerap memicu berbagai operasi militer terbatas, baik melalui serangan langsung maupun perang bayangan di kawasan Timur Tengah. Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, secara terbuka menyatakan bahwa negaranya tidak akan membiarkan Iran memperoleh kemampuan senjata nuklir militer yang menurut Israel dapat mengancam keberlangsungan negaranya.
Alasan serangan dengan isu senjata pemusnah massal juga pernah terjadi dalam kasus Irak. Amerika Serikat menyerang Irak dengan tuduhan bahwa negara tersebut memiliki senjata pemusnah massal, termasuk program nuklir. Presiden Irak saat itu, Saddam Hussein, bahkan ditangkap dan kemudian dihukum gantung. Namun setelah perang berakhir, tuduhan mengenai keberadaan senjata pemusnah massal tersebut tidak pernah terbukti secara meyakinkan. Ironisnya, dunia seolah kembali diam seakan tindakan tersebut tetap benar dan tidak menimbulkan konsekuensi hukum internasional yang jelas.













