*Jebakan Non-Blok: Antara Omongan dan Kenyataan*
Kita semua bangga dengan prinsip bebas-aktif. Sejak Bung Hatta, kita tidak mau memihak blok mana pun. Tapi mari jujur: prinsip itu hanya berarti kalau kita punya keberanian bilang “tidak” kepada siapa pun, termasuk sekutu dekat sekalipun.
Presiden Prabowo sudah beberapa kali bilang Indonesia non-blok dan tidak akan menerima pangkalan militer asing. Saya hormati itu. Tapi ketika Indonesia bergabung dengan Board of Peace, inisiatif perdamaian yang dipimpin AS dan melibatkan Israel lalu tidak lama setelah itu AS menyerang Iran, posisi kita jadi janggal. Profesor Dafri Agussalim dari UGM bilang dengan tegas bahwa Indonesia “terjatuh ke dalam perangkap Trump dan Israel.” Saya cenderung setuju.













