Lalu kita malah ngotot menawarkan diri jadi mediator antara AS dan Iran. Niatnya baik, tapi tanpa kekuatan tawar yang seimbang, kita cuma akan diabaikan. Atau lebih parah: dimanfaatkan.
*Dari Pantai Ujung Genteng, Saya Titip Pesan*
Setiap sore dari tempat ini, saya melihat ombak besar datang. Kadang ombak itu menarik pasir ke laut, kadang membawa sampah dari jauh. Saya belajar satu hal: kadang kekuatan terbesar adalah diam dan tidak terseret.
Kepada Pemerintah, kepada Kemhan, kepada Panglima TNI, saya titip pesan.
*Pertama,* tolak dengan tegas blanket overflight clearance dalam bentuk apa pun. Berikan izin per kasus, sesuai hukum internasional dan kedaulatan kita. Jangan ada istilah “notifikasi saja”. Memberi notifikasi itu berbeda dengan meminta izin. Dan sebagai negara berdaulat, kita punya hak penuh untuk menentukan siapa yang boleh melintas di angkasa kita.













