Oleh: Mayor Jenderal TNI (Purn) Fulad, (Penasihat Militer RI untuk PBB 2017–2019)
JAKARTA || Bedanews.com – Saya sedang duduk di Pantai Ujung Genteng, Sukabumi, saat menulis opini ini. Bukan di ruang rapat Dewan Keamanan PBB di New York. Bukan pula di ruang kerja Kementerian Pertahanan. Hanya saya, debur ombak Samudra Hindia, dan langit selatan yang masih bersih.
Dari sini, saya merenung. Seberapa tenang sebenarnya politik luar negeri Indonesia saat ini? Jangan-jangan, seperti laut di depan mata saya: permukaannya teduh, tapi di kedalaman ada arus kuat yang bisa menyeret siapa saja yang lengah.
Sebab dalam beberapa pekan terakhir, dunia sedang tidak baik-baik saja. Genjatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran gagal total. Lalu AS memberlakukan blokade di Selat Hormuz. Dan kekuatan angkatan laut lawan-lawan mereka saling dorong di sana. Tiga kekuatan militer yang seimbang kini saling berhadapan dan ketegangan itu merambat ke seluruh kawasan.













