Di tengah semua itu, Indonesia justru mengambil langkah yang menurut saya perlu kita cermati bersama: kita memperdalam kerja sama militer dengan AS. Termasuk isu yang santer disebut blanket overflight clearance, izin terbang penuh untuk pesawat militer mereka.
Saya merasa wajib bicara. Bukan karena saya ingin menggurui apalagi melawan kebijakan pemerintah. Tapi karena saya sebagai orang tua yang ingin cucu-cucu kelak tetap hidup di negeri yang berdaulat. Bukan negeri yang terseret ke dalam perang besar yang bukan urusannya.
*Selat Hormuz Membara, Tapi Siapa yang Sebenarnya Terbakar?*
Begini, Bapak dan Ibu sekalian. Selat Hormuz itu bukan sekadar selat. Dia adalah urat nadi energi dunia. Setiap hari, hampir dua puluh persen minyak global lewat celah sempit antara Iran dan Oman itu. Ketika AS memblokade selat tersebut, mereka tidak hanya menekan Iran. Mereka secara tidak langsung membakar kantong China, India, dan Jepang. Negara-negara yang sangat bergantung pada minyak dari Teluk.













