Sebab, menurutnya, gelora Pramuka tidak hanya terlihat di lapangan upacara. Semangat itu justru dapat ditemukan ketika seseorang tetap jujur meski memiliki kesempatan untuk berbohong, membantu ketika orang lain memilih tidak peduli, mampu bekerja sama ketika egoisme menguat, serta berani mengabdi tanpa mengharapkan penghargaan.
*Pramuka dan Pendidikan Kepemimpinan*
Selain pembentukan karakter, Susilo menilai, kepramukaan memiliki ruang strategis dalam pendidikan kepemimpinan generasi muda.
Hal itu menjadi semakin relevan dalam menghadapi visi Indonesia Emas 2045 yang membutuhkan sumber daya manusia tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan memimpin, mengambil keputusan, bekerja sama, mengelola perbedaan dan mempertahankan integritas.













