Menurut dia, berbagai aktivitas kepramukaan sebenarnya dapat menjadi ruang latihan kepemimpinan. Perkemahan, misalnya, tidak hanya berkaitan dengan kegiatan di alam terbuka, tetapi dapat menjadi laboratorium untuk melatih pembagian tugas, pengambilan keputusan, penyelesaian persoalan, musyawarah, evaluasi serta empati.
Ketika sebuah kelompok menghadapi persoalan, anggota belajar mengambil keputusan. Ketika muncul perbedaan pendapat, mereka belajar bermusyawarah. Ketika rencana tidak berjalan sesuai harapan, mereka belajar mengevaluasi dan memperbaikinya.
Sementara ketika sebuah kegiatan berhasil, anggota belajar bahwa keberhasilan merupakan hasil kerja bersama, bukan semata-mata pencapaian individu.
Dari proses tersebut, kepramukaan diharapkan mampu melahirkan kepemimpinan yang tidak hanya pandai berbicara, tetapi juga mampu bekerja; bukan sekadar mengejar kekuasaan, tetapi memahami tanggung jawab; serta tidak hanya mencari pengakuan, tetapi mampu memberikan kemanfaatan.













