Situasi tersebut, menurutnya, menuntut Gerakan Pramuka untuk mampu beradaptasi tanpa kehilangan nilai dasar yang menjadi identitasnya.
Pramuka masa depan, kata dia, tidak cukup hanya menjadi scout in the forest, tetapi juga harus mampu hadir sebagai scout in the digital society.
Dengan demikian, nilai-nilai seperti disiplin, tanggung jawab, kejujuran, kepedulian dan kerja sama perlu diterjemahkan ke dalam konteks kehidupan generasi muda saat ini.
“Pramuka tidak cukup hanya menjadi memory of the past, tetapi harus menjadi energy for the future,” ujarnya.
Pandangan tersebut sejalan dengan arah pembaruan yang juga diusung Kwartir Nasional. Dalam momentum Hari Pramuka ke-65 tahun 2026, Kwarnas menekankan pentingnya Gerakan Pramuka menjadi organisasi yang tangguh, adaptif dan berwawasan lingkungan serta berkontribusi menuju Indonesia Emas 2045.













