Namun, menurut dia, keberhasilan Pramuka tidak semata-mata dapat diukur dari banyaknya kegiatan atau jumlah peserta yang mengikuti kegiatan kepramukaan.
“Pramuka bukan tentang seragam. Bukan tentang tepuk Pramuka dan tepuk tangan. Bukan tentang baris-berbaris, tali-temali, atau sekadar berkemah,” demikian inti pandangan Susilo dalam refleksinya menyambut Hari Pramuka.
Ia menilai, substansi terpenting dari kepramukaan adalah proses pendidikan karakter. Karena itu, ukuran keberhasilannya justru terlihat dari karakter yang tumbuh dalam diri anggotanya, seperti kemandirian, kedisiplinan, keberanian bertanggung jawab, gotong-royong, kepedulian, kesederhanaan dan semangat pengabdian.
*Tantangan Generasi di Era Digital*
Susilo melihat tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini berbeda dengan kondisi ketika Gerakan Pramuka berkembang pada masa lalu. Generasi sekarang tumbuh di tengah perkembangan teknologi digital, media sosial, kecerdasan buatan, arus informasi yang sangat cepat serta perubahan sosial yang dinamis.













