
1.Keragaman Agama: Bukan Pertentangan, Tapi Ekspresi Berbeda
Menurut Ibn ‘Arabi, keragaman agama adalah fakta historis. Ia muncul karena Kebenaran Ilahi diterima manusia melalui bahasa, simbol, budaya, dan kapasitas spiritual yang berbeda-beda.
“Perbedaan agama berada pada tingkat manifestasi dan ekspresi keberagamaan, bukan pada tingkat sumber realitas,”
Dalam struktur metafisika Ibn ‘Arabi, realitas bertingkat. Pada lahiriah manusia melihat banyak bentuk dan tradisi. Namun pada tingkat terdalam, seluruh wujud bergantung pada satu sumber yang sama: Allah sebagai al-Ḥaqq.Karena itu keragaman tidak harus dipahami sebagai pertentangan mutlak. Ia adalah bagian dari keluasan Hikmah Ilāhī dalam menyapa manusia. Pengakuan terhadap keragaman ini bukan relativisme, melainkan kesadaran atas keterbatasan manusia dan keluasan manifestasi Tuhan.













