Pesantren, kata dia, memiliki peluang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus ruang pengembangan teknologi, ketahanan pangan, kewirausahaan dan pembangunan komunitas.
“Kini setelah pesantren mengalami banyak kemajuan, kontekstualisasi peran pesantren sudah seharusnya menjadi motor penggerak ekonomi, teknologi, kemandirian pangan, dan pemberdayaan masyarakat sekitarnya,” katanya.
Pandangan tersebut menempatkan pesantren bukan hanya sebagai institusi keagamaan, tetapi sebagai infrastruktur sosial yang memiliki kemampuan membangun lingkungan sekitarnya.
Konsep community development pun dinilai relevan untuk memperluas manfaat pesantren kepada masyarakat di luar lingkungan pendidikan internal.
*Pendidikan Pesantren Perlu Diperluas*













