“Sebaiknya elit NU dan PKB bersatu dengan solid untuk kepentingan masyarakatnya dengan menghindari politik praktis jangka pendek kepentingan orang per orang dan segelintir kelompok kecil di dalamnya,” ujarnya.
Ia menilai, jaringan sosial NU yang luas merupakan modal besar untuk mendorong pembangunan masyarakat melalui berbagai sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan, pengembangan sumber daya manusia, teknologi hingga pemberdayaan ekonomi.
Dengan pendekatan tersebut, energi sosial dan politik NU dapat diarahkan untuk menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat di tingkat akar rumput.
Didik menilai, modernisasi pesantren kini harus memasuki fase baru.
Bila pada masa lalu modernisasi lebih diarahkan untuk mengatasi persoalan pendidikan, kemiskinan dan keterampilan, maka tantangan sekarang jauh lebih luas.













