Bagi Didik, pilihan kedua lebih penting. Pesantren tidak semestinya dipandang hanya sebagai warisan sejarah yang harus dipertahankan, tetapi sebagai aset sosial yang dapat menjadi fondasi masa depan Indonesia.
Dengan jaringan akar rumput yang luas dan modal sosial yang telah terbangun selama puluhan tahun, NU memiliki ruang yang besar untuk mengembangkan pesantren sebagai pusat pendidikan, ekonomi, teknologi, ketahanan pangan dan pemberdayaan masyarakat.
Jika agenda tersebut konsisten dijalankan, modernisasi pesantren bukan lagi sekadar proyek pendidikan. Ia dapat menjadi strategi jangka panjang untuk mengubah kekuatan sosial NU menjadi kekuatan pembangunan yang nyata dan berkelanjutan. (Red).













