UGM, sebagai institusi tempat Jokowi menempuh pendidikan tinggi, membantah seluruh tuduhan tersebut. Pihak kampus menyatakan bahwa semua proses akademik Jokowi terdokumentasi dengan baik dan penggunaan font serta format ijazah sesuai kebijakan fakultas pada masa itu. Namun, meskipun telah beberapa kali memberikan klarifikasi, polemik tidak juga mereda.
Beberapa tokoh, termasuk Roy Suryo, ikut meragukan keaslian foto pada ijazah Jokowi. Semua ini memperkuat persepsi publik bahwa ada sesuatu yang disembunyikan, padahal bisa saja masalah ini selesai secara cepat dan elegan jika saja Jokowi bersedia menunjukkan secara terbuka dokumen akademiknya.
Kecurigaan publik lebih banyak tumbuh bukan karena bukti pemalsuan yang kuat, tetapi karena minimnya transparansi dari pihak yang bersangkutan.













