DEMAK || Bedanews.com – PGSI mendesak dan menuntut agar SPPG Dempel Pilangwetan memberikan kompensasi uang 2 juta per Korban. Dan memberitahu ke Pesantren dan Sekolah untuk mengalihkan MBG ke SPPG lainnya, hingga melaporkan ke BGN Pusat agar SPPG ditutup permanen. Dikarenakan imbas adanya Ratusan santri diduga korban MBG SPPG Dempel Pilangwetan, Kebonagung, Demak, Minggu (19/4) lalu.
Hal tersebut diungkapkan Noor Salim, Ketua PGSI (Persatuan Guru Seluruh Indonesia) Kabupaten Demak, melalui keterangannya, Rabu (22/4).
“Hal ini sebagai ganti rugi bagi orangtua yang menunggui, juga kerugian psikis santri, hingga ketinggalan pelajaran juga akibat trauma terhadap makanan,” jelas Salim.
Salim juga memberikan trauma healing kepada santri korban, di dampingi Ketua FKKSS, Ketua RMI-NU, serta Ketua FKPP saat mengunjungi di RSUD Sultan Fatah Karangawen













