Diungkapkan, jumlah santri yang dirawat di RSUD Sulfat, ada 15 di ruang rawat inap, 1 santri di ruang IGD baru masuk Senin siang dengan kondisi santri sebagian masih merasakan Pusing, mual dan nyeri pada perut, tambah Salim.
“Mereka ditunggui orang tua masing-masing dan para ustadz guru pesantren, hal ini dilakukan demi menjaga anaknya, sekalipun orangtua harus kehilangan pendapatan sampai 3 hari meninggalkan pekerjaan,” tambah Noor Salim.
Sementara itu Sekda Demak, Akhmad Sugiharto dan Kepala Desa Pilangwetan, Toha Mahsun saat di konfirmasi terkait kejadian di SPPG Pilangwetan via whatshap, Selasa (21/4), menjelaskan bahwa, tim sudah melakukan pengobatan semua korban ke rumah sakit dan SPPG ditutup sementara. “Pihaknya saat ini terus ikut memantau, karena sudah ditangani pihak-pihak terkait,” ujarnya.













