Yang lebih memprihatinkan, kebersamaan masyarakat dengan PMI yang dibangun selama bertahun-tahun seolah-olah terguncang hanya dalam hitungan jam. Padahal, kepercayaan publik merupakan modal penting bagi organisasi kemanusiaan. Kepercayaan itu tidak cukup dibangun melalui program dan pelayanan, tetapi juga harus dijaga dengan komunikasi yang baik, transparansi, serta cara penggalangan dana yang tepat.
Keesokan harinya, Gubernur memberikan penjelasan untuk meluruskan pernyataan sebelumnya. Pada prinsipnya, masyarakat tetap boleh menyumbang untuk PMI, tetapi tidak boleh ada paksaan, penetapan nominal yang harus dibayarkan, ataupun target yang menimbulkan tekanan. Sumbangan harus lahir dari keikhlasan, tanpa intervensi kekuasaan. Dengan demikian, partisipasi masyarakat benar-benar tumbuh dari kesadaran dan panggilan hati untuk membantu sesama.













