JAKARTA || Bedanews.com – Kabar wafatnya HM. Fathan Subchi, Ketua Umum Paguyuban Demak Bintoro Nusantara (PDBN) sekaligus Anggota VI Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, membawa duka mendalam bagi keluarga besar organisasi, sahabat, kolega, serta masyarakat yang mengenal kiprah dan pengabdiannya.
Fathan Subchi dikabarkan meninggal dunia pada Minggu (25 Oktober 2026) di salah satu Rumah Sakit Moskow Rusia setelah menjalani perawatan medis pasca operasi jantung.
Kepergian tokoh yang memiliki perjalanan panjang dalam organisasi, politik dan pemerintahan tersebut menjadi kehilangan bagi berbagai kalangan, termasuk keluarga besar Paguyuban Demak Bintoro Nusantara (PDBN) yang selama ini menjadi bagian dari perjalanan pengabdiannya.
Semasa hidupnya, Fathan mengemban berbagai amanah penting. Selain memimpin PDBN, ia menjabat Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB IKA PMII) periode 2025–2030 dan Anggota VI BPK RI periode 2024–2029.
Sebelum bertugas di BPK RI, Fathan merupakan anggota DPR RI dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) selama dua periode, yakni 2014–2019 dan 2019–2024. Ia mewakili daerah pemilihan Jawa Tengah II yang meliputi Kabupaten Demak, Kudus dan Jepara.
Di parlemen, Fathan bertugas di Komisi V dan Wakil Ketua Komisi XI DPR RI yang membidangi Keuangan, Perbankan dan Perencanaan Pembangunan Nasional. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan pengabdiannya sebelum melanjutkan tugas di Lembaga Pemeriksa Keuangan Negara.
*Kehilangan bagi Keluarga Besar PDBN*
Bagi PDBN, kepergian Fathan merupakan kehilangan sosok yang memiliki pengalaman luas dalam organisasi dan kehidupan berbangsa. Kiprahnya di tingkat nasional juga menjadi bagian penting dari hubungan antara masyarakat Demak di tanah kelahiran dan warga Demak yang berada di perantauan.
PDBN diharapkan terus melanjutkan semangat kebersamaan, persaudaraan dan kepedulian terhadap kemajuan masyarakat Demak yang menjadi bagian dari tujuan Paguyuban Demak Bintoro Nusantara.
Keluarga besar PDBN turut mendo’akan agar almarhum mendapatkan ampunan dan rahmat Allah SWT, diterima seluruh amal ibadahnya, serta ditempatkan di sisi-Nya dalam keadaan husnul khatimah.
Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, kekuatan dan keikhlasan dalam menghadapi kehilangan ini.
Innalillahi wa inna ilaihi raji’un.
Semoga Allah SWT melapangkan kuburnya dan menempatkan almarhum di tempat terbaik di sisi-Nya. (Red).












