Begitu pula dengan Donald Trump pada 2020. Meskipun terdapat ketegangan politik setelah kekalahannya dari Joe Biden, secara struktural Trump tidak melakukan *reshuffle* kabinet atau mengganti pejabat strategis menjelang akhir masa jabatannya. Transisi resmi diserahkan kepada tim Biden meski terdapat penundaan dan kontroversi seputar pengakuan hasil pemilu. Di negara-negara ini, meskipun terjadi pergantian kekuasaan dengan latar belakang politik yang berbeda, presiden lama umumnya menjaga stabilitas dan menghormati mandat presiden baru tanpa melakukan intervensi besar.
Berbeda dengan model transisi di Amerika Serikat, Jokowi tetap aktif terlibat dalam perombakan kabinet dan penggantian pejabat strategis hingga masa jabatannya hampir berakhir. Hal ini memunculkan dinamika baru dalam transisi kekuasaan di Indonesia yang mengundang perhatian publik terkait batas-batas etis seorang presiden dalam menjaga keseimbangan politik di akhir masa kepemimpinan.













