*Manuver Politik Reshuffle Kabinet dan Penyusunan Pemerintahan Baru*
Setelah Pilpres 2024 yang dimenangkan pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, Jokowi melakukan tiga kali *reshuffle* kabinet. Langkah ini terlihat dari pelantikan sejumlah menteri dan kepala badan pada 19 Agustus 2024, termasuk penunjukan Bahlil Lahadalia sebagai Menteri ESDM dan Supratman Andi Agtas sebagai Menteri Hukum dan HAM, keduanya tokoh kunci dari lingkaran politik Prabowo. Perubahan ini mengindikasikan keterlibatan Jokowi dalam membentuk konfigurasi kekuatan politik ke depan.
Upaya intervensi lebih lanjut terungkap dari pemberitaan media tentang keterlibatan Jokowi dalam menentukan tokoh-tokoh strategis untuk kabinet mendatang. Media seperti **Tempo** dan *Kompas* menyebut bahwa Jokowi melakukan *cawe-cawe* intervensi politik dalam proses pembentukan kabinet Prabowo-Gibran. Penempatan tokoh seperti Rosan Roeslani, Ketua Tim Kampanye Nasional Prabowo-Gibran, dan Thomas Djiwandono, yang aktif di Gerindra, memperkuat dugaan bahwa Jokowi berusaha mempertahankan pengaruh politiknya pasca-kepemimpinan.













