Oleh: Drs. KH. Mufid Rahmat, MM (Aktifis NU)
SEMARANG || Bedanews.com – Desiran pelan yang semula menerpa pengurus besar Nahdlatul ulama ( PBNU), kini berubah menjadi angin kencang. Ada juga yang menyebutnya menjadi turbulensi. Ibarat pesawat terbang, kondisi seperti itu dibutuhkan ketenangan penumpang, ketenangan, kemahiran dan profesionalisme yang handal bagi pilot. Tidak diperkenankan penumpang panik lalu teriak dan menyalahkan pilot, apalagi ikut campur mengarahkan; demikian halnya yang terjadi di PBNU di penghujung tahun2025.
PBNU itu besar, para fungsionarisnya; pengurusnya terdiri dari orang orang besar, memiliki kualifikasi akademik yang hebat, memiliki pemahaman dan pengalaman yang tidak perlu diragukan tentang qonun asasi, khoiro mabadi’ ummah, anggaran dasar/anggaran rumah tangga, perkum ( perkumpulan organisasi) dan peraturan PBNU.













