Melihat kondisi PBNU di ujung tahun 2025 seperti tersebut, sebaiknya orang di luar PBNU bersikap diam, maksimal prihatin disertai berdoa. Dalam konteks tertentu sikap diam itu bijak. Mengapa demikian?. Yang mengetahui substansi persoalan; akar masailnya mereka yang ada didalam pusaran konflik, terutama yang terlibat langsung dari akar masalah tersebut. Yang kita dengar tentang isu tambang, uang dan dugaan zionis itu hanya serpihan; potongan. Kita bukan maqom Sunan Kalijaga yang mampu merakit serpihan/potongan kayu (tatal) menjadi tiang besar (Soko). Sangat berbahaya jika hanya bermodal serpihan informasi dan narasi ; apalagi minim jumlahnya lalu kita membangun narasi, apalagi konklusi. Sangat tidak elok; berbahaya.
Bukankah agama memerintahkan supaya ikut cawe-cawe ketika melihat kemungkaran? Betul. Tapi harus kontekstual; muqtadlol hal. Yang terjadi di PBNU pure masalah organisasi, dinamika organisasi dan penyelesaiannya melalui mekanisme organisasi. Instrumen yang tersedia adalah instrumen konstitusi organisasi dan tradisi yang berlaku.













