Kemudian Syukri Rahmatullah mengingatkan penting di saat pandemi seperti ini untuk meningkatkan keimanan dan membangun sense of crisis, juga menciptakan keteladanan, serta percaya kepada ahlinya.
“Kalau berbicara masalah keimanan dan tauhid tentunya para ahlinya adalah pemuka agama atau para kyai dan ustadz. Tapi kalau berbicara masalah Kesehatan, tentu kita kembali kepada ahlinya, yaitu para dokter dan ahli kesehatan ” ujar Syukri.
Sementara dr. Sardjana mengatakan, ibu hamil yang terpapar dengan COVID-19 memiliki resiko yang banyak, antara lain resiko keguguran, kondisi gawat janin, kelahiran prematur, juga ketuban dini dan gangguan pertumbuhan janin.
Untuk itu, vaksinasi COVID-19 menjadi hal yang juga penting untuk ibu hamil.
Ada beberapa syarat vaksin bagi ibu hamil, yaitu usia kandungan sudah di atas 13 minggu, tekanan darah normal, tidak sedang menjalani pengobatan dan komorbid dalam kondisi terkontrol, serta tidak punya gejala/keluhan pre eclampsia.













