Terkait rekomendasi vaksin untuk ibu hamil, dr. Sardjana dalam paparannya memperlihatkan Coronavac/ Sinovac tidak berhubungan dengan keguguran/kelainan kongenital dan belum ada efek teratogenik.
Ileh karena itu, vaksin ini direkomendasikan untuk ibu hamil berusia 35 tahun ke atas dan yang memiliki komorbid.
“Memang ada beberapa pabrik vaksin yang sudah mengadakan penelitian, tetapi banyak juga yang belum, karena tidak gampang mengadakan penelitian atau uji klinis pada ibu hamil. Terdapat kode etik juga dan menyangkut nyawa ibu dan bayi,” kata dr. Sardjana.
Senada dengan dr. Sardjana, dr. Andi Alfian Zainuddin mengatakan, belum ada hasil penelitian secara langsung pada ibu hamil. Tetapi, vaksin jenis ini (sinovac) dipakai pada kehamilan (hepatitis, tetanus, influenza) dan terbukti aman pada janin.













