JAKARTA || Bedanews.com — Aksi unjuk rasa yang berlangsung di Jakarta pada 28 Agustus lalu meninggalkan duka mendalam. Di tengah riuhnya orasi dan langkah massa yang memenuhi jalanan, seorang pengemudi ojek online meninggal dunia setelah terlibat dalam insiden dengan kendaraan aparat.
Kehilangan ini bukan sekadar angka di berita, melainkan luka yang dirasakan bersama oleh bangsa. Do’a terbaik dipanjatkan bagi almarhum, semoga mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.
Tragedi tersebut mengingatkan pada satu hal sederhana yang sering terabaikan: setiap nyawa adalah berharga. Setiap orang yang hadir di jalanan baik menyampaikan aspirasi, maupun menjaga keamanan adalah manusia dengan hak untuk hidup, merasa aman, dan dihormati.













