“Semoga duka 28 Agustus menjadi pengingat yang mendewasakan Indonesia sebagai bangsa. Bahwa di balik seragam, profesi dan peran sosial, kita semua adalah manusia yang setara. Hanya dengan saling merangkul, saling menjaga dan saling mendukung, bangsa ini bisa melangkah maju dengan lebih kuat, adil dan bermartabat,” pungkas Romadhon. (Red).
Page 5 of 5













