• DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA CYBER
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • Contact Us
Kamis, April 30, 2026
  • Login
Bedanews
Advertisement
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
Bedanews
No Result
View All Result

Home » Mengoptimalkan Eksploitasi Tuna Sirip Biru di Laut Lepas: Strategi Indonesia untuk Meningkatkan Daya Saing Global

Mengoptimalkan Eksploitasi Tuna Sirip Biru di Laut Lepas: Strategi Indonesia untuk Meningkatkan Daya Saing Global

angel angel by angel angel
1 Desember 2024
in Ragam
0
0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

 

Oleh: I Bayu Trikuncoro
(Mahasiswa Pasca Sarjana Prodi Doktor Ilmu Pemerintahan Dalam Negri IPDN)

JAKARTA || Bedanews.com –

*Urgensi Eksploitasi Tuna Sirip Biru di Laut Lepas*

BeritaTerkait

Strategi Iran Lebih Terukur daripada AS: Sekutu Baru Sadar

30 April 2026
Oplus_131072

UKM Taekwondo UNPAR Raih Prestasi Membanggakan

30 April 2026

Tuna sirip biru (Thunnus thynnus) merupakan salah satu sumber daya laut dengan nilai ekonomi yang tinggi, dikenal sebagai “emas biru” di sektor perikanan global. Potensi besar tuna sirip biru terletak di perairan laut lepas Samudra Hindia dan Atlantik, yang berada dalam cakupan pengelolaan Commission for the Conservation of Southern Bluefin Tuna (CCSBT). Meskipun kuota tangkap global mencapai 17.000 ton pada 2023, kontribusi Indonesia masih berada di angka stagnan sebesar 1.336 ton jauh di bawah Jepang (6.226 ton) dan Australia (5.887 ton) (CCSBT, 2023). Situasi ini mencerminkan kurang optimalnya eksploitasi tuna sirip biru oleh Indonesia, padahal eksploitasi yang baik berpotensi menjadi penggerak utama sektor perikanan laut lepas di masa depan.
Bisa dikatakan bahwa keunggulan Jepang dan Australia dalam eksploitasi tersebut terletak pada modernisasi armada perikanan dan pengelolaan berbasis data. Jepang, misalnya, memiliki armada penangkapan yang hampir seluruhnya dilengkapi teknologi sonar dan sistem pendingin canggih, memastikan hasil tangkapan mencapai pasar internasional dalam kondisi premium (FAO, 2023). Australia, di sisi lain, menerapkan pendekatan berbasis ekosistem dengan regulasi tangkap ketat yang mendukung keberlanjutan stok. Indonesia, dengan posisi geografis yang strategis, memiliki peluang besar untuk meningkatkan kontribusinya di sektor ini. Namun, kurangnya infrastruktur modern, lemahnya daya saing produk perikanan, dan regulasi yang belum mendukung menjadi hambatan utama.

Page 1 of 7
12...7Next
Previous Post

Belum 100 Hari, Prabowo Sudah Membuat Simpati Publik

Next Post

Danrem 081/DSJ Nilai Keberhasilan Satuannya Tidak Terlepas dari Ini

Related Posts

Ragam

Strategi Iran Lebih Terukur daripada AS: Sekutu Baru Sadar

30 April 2026
Oplus_131072
Ragam

UKM Taekwondo UNPAR Raih Prestasi Membanggakan

30 April 2026
Ekonomi

BRI Cibadak Perkuat Ekonomi Lokal, Penyaluran KUR Capai Rp107,8 Miliar di Awal 2026

29 April 2026
Ragam

Melawan “Senyapnya Narasi”: Jiwa Kirana dan Kebangkitan Tradisi Magelang di Panggung Digital Dunia

29 April 2026
Ragam

Kemendagri Perkuat Peran Daerah dalam Program Makan Bergizi Gratis

29 April 2026
Ragam

Kegagalan BRICS dan Dilema Energi Asia Tenggara di Tengah Konflik Global

29 April 2026
Next Post

Danrem 081/DSJ Nilai Keberhasilan Satuannya Tidak Terlepas dari Ini

JDIH DPRD Kota Cimahi

LPKL

BEDA Itu pilihan

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA

MFC - Bedanews.com © 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result

MFC - Bedanews.com © 2021