3. Diplomasi Maritim yang Progresif: Mengamankan kuota yang lebih besar di CCSBT melalui pendekatan berbasis data dan penguatan posisi Indonesia sebagai pemain utama di laut lepas.
Dengan langkah-langkah ini, Indonesia dapat melanjutkan visinya sebagai Poros Maritim Dunia, di mana Indonesian Blue Water Fisheries menjadi tulang punggung ekonomi maritim yang berkelanjutan. Perlu digaris bawahi pula bahwa tuna sirip biru bukan potensial sebagai sumber daya ekonomi, namun juga dapat dimaknai sebagai simbol komitmen Indonesia terhadap pengelolaan laut global yang bertanggung jawab. ***












