*Mediasi Bukan Sekadar Niat Baik*
Menjadi mediator dalam konflik antarnegara, apalagi yang melibatkan kekuatan besar seperti AS, bukanlah sekadar niat baik atau prestise diplomatik. Mediator harus memiliki tiga syarat mutlak: tidak memiliki kepentingan langsung yang bertentangan dengan salah satu pihak, memiliki hubungan yang seimbang dengan semua pihak, dan *tidak terlanjur mengeluarkan pernyataan publik yang menghakimi karakter salah satu pihak.*
Pengalaman saya di PBB mengajarkan bahwa mediator yang gagal adalah mediator yang datang dengan beban sejarah atau pernyataan kontroversial.
*Pernyataan Presiden Prabowo dan Balasan Iran*
Presiden Prabowo Subianto, dalam rapat terbatas yang kemudian bocor ke publik, disebut-sebut menyatakan bahwa bangsa Iran adalah “bangsa yang keras kepala.” Apakah pernyataan itu diucapkan dalam konteks rapat internal atau tidak, yang menjadi masalah adalah bahwa pernyataan itu sampai ke telinga Iran. Dan Iran merespons dengan cara yang khas keras, tanpa kompromi.













