Oleh: Mayjen TNI (Purn) Fulad (Penasihat Militer Republik Indonesia untuk PBB 2017-2019)
JAKARTA || Bedanews.com – Sejak pecahnya konflik terbuka antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel, banyak pihak di dalam negeri yang lantang menyerukan agar Indonesia mengambil peran sebagai mediator. Seruan itu terdengar heroik, membangkitkan nostalgia akan masa-masa ketika Indonesia dihormati sebagai kekuatan moral dalam politik internasional.
Namun, sebagai mantan Penasihat Militer RI untuk PBB yang pernah duduk dalam berbagai mekanisme mediasi konflik bersenjata, saya harus berkata jujur: Indonesia, dalam kondisi saat ini, tidak bisa menjadi mediator antara Iran dan AS+Israel.
Bukan karena kita tidak mampu. Tapi karena realitas politik yang telah terlanjur berlangsung membuat posisi netral kita hilang sebelum sempat ditawarkan.













