Ayat ini, menegaskan bahwa Zakat fitrah memastikan agar kebahagiaan Idulfitri dapat dirasakan oleh seluruh umat Islam, terutama kaum fakir dan miskin. Dalam pandangan Al-Ghazali, kedermawanan adalah latihan untuk menundukkan ego manusia dan membangun solidaritas sosial. Hikmah pelajarannya: (1) ZIS merupakan aksi nyata empati sosial. (2) Berbagi melatih manusia melepaskan kecintaan berlebihan pada harta. (3) Solidaritas sosial tumbuh melalui budaya berbagi.
Pilar Ketiga: Al-‘Afwu Membersihkan Hati dari Konflik Sosial; Ramadan juga mengajarkan kita untuk memaafkan. Konsep Al-‘Afwu berarti menghapus kesalahan orang lain dengan lapang dada. Allah SWT berfirman:
Yang artinya; “Hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Tidakkah kamu ingin Allah mengampunimu?” (QS. An-Nur: 22).













