Oleh: Ahmad Rusdiana
Ramadan bukan sekadar bulan ibadah ritual, tetapi juga madrasah spiritual dan sosial yang mendidik manusia agar hatinya lebih lembut, lebih peduli, dan lebih berempati kepada sesama. Ditengah konflik Iran-Israel-Amerika yang memanas pada Ramadan 2026 (1447 H), Selain itu, Ramadan sebagai madrasah kemanusiaan menjadi benteng moral dan oase kepedulian yang krusial. Di saat retorika perang mendominasi, nilai-nilai Ramadan justru mendesak umat untuk tidak kehilangan kemanusiaannya.
Dengan demikian di bulan ini kita belajar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga belajar menahan ego, menahan kesombongan, dan menahan kebencian. Puasa mengajarkan kita merasakan penderitaan orang lain. Zakat, infak, dan sedekah menghadirkan aksi nyata solidaritas sosial. Sementara nilai Al-‘Afwu mengajarkan kita memaafkan dan membersihkan hati dari dendam. Allah SWT berfirman:













