Artinya; “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka.” (QS. At-Taubah: 103).
Ayat ini menunjukkan bahwa zakat bukan hanya ibadah ekonomi, tetapi juga sarana penyucian jiwa dan pembangunan solidaritas sosial.
Esensi Perintah Allah SWT dalam QS. At-Taubah: 103; menegaskan zakat sebagai penyuci jiwa (dari kikir/rakus) dan harta, sekaligus instrumen solidaritas sosial yang mendistribusikan kekayaan agar tidak berputar di orang kaya saja. Ia adalah ibadah komprehensif, menggabungkan ketaatan spiritual kepada Allah dengan kepedulian nyata terhadap sesama, menciptakan keseimbangan ekonomi. Maka Dari madrasah Ramadan ini setidaknya terdapat empat pelajaran penting bagi kehidupan kita:
Pilar Pertama: Puasa Melembutkan Hati Manusia; Puasa melatih manusia merasakan lapar dan haus yang sering dialami oleh saudara-saudara kita yang kurang mampu. Dari pengalaman ini lahir empati sosial.













