“Lembaga pendidikan didorong beralih dari pola hafalan menuju pendidikan berbasis kreativitas, riset, dan problem solving. Integrasi literasi algoritma, keamanan siber, dan etika AI sejak pendidikan dasar dinilai penting. Sementara masyarakat sipil dapat membangun ruang kolaborasi seperti maker space dan komunitas open source untuk mengurangi ketergantungan pada platform asing.” Ujar Prof.Lilis yang juga ketua Prodi Manajemen FEBI UIN SGD Bandung, Minggu,(24/5/2026).
Selanjutnya, Di sektor pangan, regenerasi petani harus dijadikan proyek strategis nasional. Insentif lahan, akses teknologi pertanian presisi, dan jaminan harga dinilai mampu membuat profesi petani milenial berdaya saing tinggi. Sekolah dan kampus dapat mewajibkan laboratorium pangan lokal berbasis agroekologi, sedangkan masyarakat sipil menggerakkan urban farming dan pasar tani komunitas untuk memutus rantai distribusi panjang.













