Oleh : Lilis Sulastri
Tahun 2026 mencatatkan sederet fakta kelam bagi perempuan Indonesia. Komnas Perempuan mengumumkan peningkatan 14,07% kasus kekerasan berbasis gender dibanding tahun sebelumnya. Kekerasan psikologis dan eksploitasi di ruang digital melonjak 40,8% dengan rata-rata 2.000 laporan setiap tahun, didominasi oleh penipuan berbasis manipulasi emosional. Otoritas Jasa Keuangan mencatat kerugian love scam di tahun 2025 mencapai Rp 49,19 miliar, dengan mayoritas korban adalah perempuan. Teknologi deepfake di Indonesia meningkat 550% per lima tahun, mengubah wajah dan tubuh perempuan menjadi komoditas pelecehan tanpa izin. Di dunia maya, empati diperdagangkan, kebaikan dijadikan celah. Di tengah dunia yang tak lagi ramah inilah, seorang perempuan bergelut dengan luka batinnya sendiri seorang penulis yang nyaris kehilangan segalanya.













