Yang Tak Terlihat dari Luar
Namanya Lintang. Sebuah nama yang berarti bintang kecil di langit gelap indah, sederhana, dan penuh makna. Ia seorang penulis novel dan esai, seorang ibu dan seorang introvert yang memilih menjauh dari hingar-bingar sosial. Baginya, rumah adalah kastil. Meja tulis di sudut kamar adalah altar. Kata-kata adalah doa. Lintang hidup dalam ritme sunyi dengan menulis, membaca, lalu menulis lagi. Dunia luar terasa terlalu bising. Klub-klub sosial, obrolan panjang di kafe, bahkan grup WhatsApp sekalipun semua ia hindari. Ia pernah berkata pada dirinya sendiri “Aku tidak butuh banyak orang. Aku hanya butuh anak-anakku, tulisanku, dan kedamaian. Tapi justru karena ia terlalu menggenggam damai, ia tak menyadari ada badai yang mengintai.













