Oleh: Mayjen TNI (Purn) Fulad (Penasihat Militer RI untuk PBB 2017–2019)
JAKARTA || Bedanews.com – *Pendahuluan*
Dalam banyak konflik internasional, meredanya suara tembakan sering kali menumbuhkan harapan bahwa perang akan segera berakhir. Namun pengalaman global justru menunjukkan kenyataan yang lebih kompleks: tidak setiap jeda pertempuran melahirkan perdamaian. Ada jeda yang membuka jalan menuju penyelesaian, tetapi tidak sedikit yang hanya menjadi ruang tunggu menuju babak konflik berikutnya.
Gaza hari ini berada tepat di titik itu.
Secara kasat mata, intensitas perang memang tidak lagi sekeras fase paling brutal pada 2024–2025. Operasi militer menurun. Tekanan internasional sempat membuka ruang gencatan senjata. Dunia pun perlahan mulai mengalihkan perhatian ke berbagai krisis global lain yang tidak kalah berat.













