• DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA CYBER
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • Contact Us
Rabu, April 22, 2026
  • Login
Bedanews
Advertisement
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
Bedanews
No Result
View All Result

Home » MASIH MANTAPKAH JALAN KITA?

MASIH MANTAPKAH JALAN KITA?

oleh: Daddy Rohanady / Wakil Ketua Fraksi Gerindra DPRD Provinsi Jabar

herz by herz
22 Juni 2021
in Tak Berkategori
0
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BANDUNG. BEDAnews.com -“Jalan mantap ekonomi lancar” pernah menjadi moto Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (BMPR) Provinsi Jabar. Kala itu nama organisasi perangkat daerahnya masih Dinas Bina Marga. Secara filosofis, menurut hemat saya, moto tersebut sangat baik.

Sangat mudah dipahami memang. Andaikan semua jalan yang ada tergolong mantap, bisa dipastikan pergerakan orang dan barang akan berjalan lancar. Dengan adanya pergerakan orang dan barang yang berjalan lancar tersebut tentu akan berdampak pada laju pertumbuhan ekonomi yang baik pula. Pada akhirnya, kesejahteraan masyarakat pun akan meningkat.

Direktorat Jenderal Bina Marga Departemen Pekerjaan Umum (1992) mengklasifikasikan kondisi jalan sebagai berikut. Pertama, jalan dengan kondisi baik adalah jalan dengan permukaan perkerasan yang benar-benar rata, tidak ada gelombang dan tidak ada kerusakan permukaan. Kedua, jalan dengan kondisi sedang adalah jalan dengan kerataan permukaan perkerasan sedang, mulai ada gelombang tetapi tidak ada kerusakan permukaan. Ketiga, jalan dengan koondisi rusak ringan adalah jalan dengan permukaan perkerasan sudah mulai bergelombang, mulai ada kerusakan permukaan dan penambalan kurang dari 20 dari luas jalan yang ditinjau. Keempat, jalan dengan kondisi rusak berat adalah jalan dengan permukaan perkerasan sudah banyak kerusakan seperti bergelombang, retak-retak buaya, dan terkelupas yang cukup besar 20-60 dari ruas jalan yang ditinjau disertai dengan kerusakan lapis pondasi seperti amblas, sungkur, dan sebagainya.

BeritaTerkait

RA.Kartini/pinterest

Kartini dan Senyum Luka: Antara Kebaya dan Empati yang Diperkosa

22 April 2026
Kartini/pinterest

Kartini, Merawat Kewarasan di Tengah Manipulasi Dunia

22 April 2026
Page 1 of 5
12...5Next
Previous Post

Perang Terhadap Narkoba Masih Berlangsung

Next Post

Seminar Wilhan Pasis Dikreg LX Seskoad TA 2021

Related Posts

RA.Kartini/pinterest
Edukasi

Kartini dan Senyum Luka: Antara Kebaya dan Empati yang Diperkosa

22 April 2026
Kartini/pinterest
Headline

Kartini, Merawat Kewarasan di Tengah Manipulasi Dunia

22 April 2026
Ekonomi

Puluhan Mahasiswa Jabar Ikuti Pelatihan Barista Z-Coffee, BAZNAS Dorong Kemandirian Usaha

22 April 2026
Prof.Dr.Hj.Lilis Sulastri.,S.Ag.,MM.,CPHRM.,CHRA.
Edukasi

Prof.Lilis Sulastri : Nilai Edukasi Kartini Relevan bagi Gen Z Menuju Indonesia Emas 2045

22 April 2026
Edukasi

Ada Solusikah? “Nikah Agama” Hambat Ujian Sekolah Anak Karena Data Kartu Keluarga Tidak Valid

22 April 2026
TNI-POLRI

Perkuat Peran Indonesia Dalam Hidrografi Global, Pushidrosal Hadiri 4th Session of the IHO Assembly 2026 di Monaco

22 April 2026
Next Post

Seminar Wilhan Pasis Dikreg LX Seskoad TA 2021

JDIH DPRD Kota Cimahi

LPKL

BEDA Itu pilihan

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA

MFC - Bedanews.com © 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result

MFC - Bedanews.com © 2021