Kemudian fenomena harga diri seorang Gibran, dengan ilustrasi perbandingan antara dugaan perilaku dirinya yang 99,9 % adalah orang pemilik akun fufu fafa, yang narasinya penuh *_hina se dina-dinanya_*” terhadap sosok Prabowo, walau Sang Presiden Ri Ke 8 diam, namun setiap detik diri Prabowo atas dasar jabatannya selaku Presiden RI selalu berada disebelah dirinya (Wakil Presiden) sebagai sosok pemimpin seluruh bangsa ini.
Maka, mengamati perangai Gibran, ternyata dijamin original, tak perlu disangsikan keasliannya sebagai anak seorang Jokowi yang tak pandai malu, dengan segala “tanda-tanda merah di kening” yang dikenang publik sebagai imunitas terhadap rasa malu dan minim harga diri
Konklusi objektif berdasarkan data empirik yang bisa menjadi historis perilaku dan harga diri (martabat) antara Gus Miftah atau siapapun nama sebenarnya dengan seorang Jokowi, entah siapapun nama sebenarnya dan pola perilaku Gibran Rakabuming Raka Bin Jokowi merupakan kebalikan dari role pejabat publik yang cacat adab dan bad leadership.












