Atau bentuk pertanyaan lainnya, besar kemungkinan bahwa ijasah Gibran yang tidak dipersoalkan kala menjadi bakal calon Walikota Surakarta, maka apakah arsip di KPUD Surakarta Gibran pemilik ijasah S2 atau S1, yang kini juga berkembang (sengaja dikembangkan simpang siur isu) bahwa Gibran terdaftar pada beberapa sekolah SMA di Solo, yang seolah SMA juga Ia dapatkan selepas lulus SMP di Solo? Apakah untuk menutupi temuan fakta yang ada Gibran lulus kursus 3 (tiga) tahun di Singapura dan 1 (satu) di Australia setelah lulus SMP. Hal simpang siuran ini mengingatkan kisah nama dari Jokowi yang Mulyono dan nomor ijasah SMA dan S1 nya.
Namun untuk membuktikan tentang kebenaran ijasah Gibran pada arsip KPUD Solo (Surakarta), tentu masyarakat kesulitan, lebih sulit ketimbang menghancurkan tembok Belin, susunan batu tebal dan tinggi sebagai pemisah antara negara Jerman Timur dan Jerman Barat sebelum bangsa jerman bersatu.












