Damai Hari Lubis (Pengamat Hukum & Politik Mujahid 212)
JAKARTA || Bedanews.com – (Abstrak; _Presiden berani terhadap Gus Miftah, Gemetar kepada Gibran?_)
Presiden Prabowo nampak begitu sensitif (red-amat peduli ean perhatian) begitu menghargai partisipasi rakyat jelata yang berkerja keras berinisiatif menciptakan perkejaan bagi dirinya sendiri (red-berwiraswasta), model sosok pedagang asongan yang dihinakan oleh Gus Miftah yang berstatus pejabat publik.
Penghargaan Prabowo nampak jelas Gus Miftah ditegurnya dan ternyata tak lama kemudian diberitakan, “Gus Miftah menyesal lalu mengambil langkah dengan pola mengundurkan diri dari barisan kebinet”.
Dari ilustrasi peristiwa hinaan Gus Miftah terhadap seorang rakyat miskin ini, melahirkan berbagai hujatan dari netizen serta empati publik segala kalangan yang termuat di berbagai media sosial, kemudian orang dekat Jokowi dan Gibran ini, justru menerbitkan fenomena jungkir balik kepribadian, antara moralitas Gus Miftah yang lumayan dikenal dangan “perilaku” konyolnya sebelumnya, ternyata dirinya amat arif Miftah meminta maaf atas kekeliruannya dan sadar diri *_LALU NYATAKAN MUNDUR._*












