Keempat, tinggalkan sikap berlebihan dan tidak ada maknanya, niscaya kita akan dikumpulkan bersama orang-orang baik. Sikap berlebihan ini, menyangkut dalam segala hal, baik dalam pembicaraan, perbuatan, makanan, tidur, bahkan dalam ibadah sekalipun. Pantas Allah mengingatkan dalam Al-Quran:
Artinya, “Makan dan minumlah, tetapi jangan berlebih-lebihan. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan,” QS. Al-A’raf [7]: 31).
Begitu pun dengan sikap sia-sia tanpa makna. Rasulullah sudah memberi isyarat kepada kita bahwa tanda baiknya keislaman seseorang dilihat dari seberapa jauh dia meninggalkan hal-hal yang tidak ada maknanya.
Artinya, “Di antara tanda baiknya keislaman seseorang adalah meninggalkan hal-hal yang tak bermakna baginya,” (HR. At-Tirmidzi).












