Kelima, tinggalkanlah permusuhan dan persengketaan, niscaya selamat dan beruntung pada hari Kiamat.Kewajiban meninggalkan permusuhan dan perintah berdamai ini sudah disampaikan dalam Al-Quran: Artinya, “Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah kedua saudaramu (yang bertikai) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu dirahmati,” QS. Al-Hujurat [49]: 10).
Melalui ayat ini, Allah menegaskan bahwa sesama mukmin itu adalah bersaudara, sehingga tidak boleh berseteru dan bermusuhan. Sebab, boleh jadi jika permusuhan itu tidak diselesaikan di dunia, akan berlanjut di akhirat. Akibatnya, kita bersetaru akan saling sandera dan saling sita amal kebaikan di akhirat.
Keenam, tinggalkanlah kekikiran dan sifat bakhil atau pelit, niscaya kita akan disebut-sebut di hadapan para makhluk. Disampaikan Rasulullah SAW, tidak akan berkumpul antara keimanan dengan kekikiran.












