Secara ilmiah, fenomena ini dapat dijelaskan melalui teori akumulasi modal sosial Pierre Bourdieu dalam karyanya The Forms of Capital yang diterbitkan oleh Greenwood Press, Westport (1986, hlm. 241-258). Bourdieu menegaskan bahwa jaringan hubungan kekeluargaan dan perkawinan merupakan bentuk investasi modal sosial yang mengonversi status keagamaan menjadi kekuatan kultural yang simbolis dan bertahan lama.
Dalam konteks sejarah Nusantara, integrasi keturunan Alawiyyin ke dalam elite lokal bukanlah hal baru. L.W.C. van den Berg dalam studi klasiknya Le Hadhramout et les colonies arabes dans l’Archipel Indien yang diterbitkan oleh Imprimerie du Gouvernement, Batavia (1886, hlm. 105), mencatat bahwa keberhasilan komunitas Hadhrami menyatu dengan masyarakat pribumi terletak pada strategi perkawinan dan penghormatan sosial yang saling menguntungkan secara religius dan kultural.













