Pada akhirnya, kokohnya benteng Ba’alawi di panggung keagamaan Indonesia bukanlah hasil rekayasa parsial, melainkan jalinan sejarah, tradisi, dan realitas sosiologis yang saling mengunci. Kehadiran relasi kekeluargaan di jajaran pucuk pimpinan keagamaan menjadi penegas bahwa hubungan ini telah mengakar jauh melebihi batas-batas wacana formal.***
Penulis adalah:
– Alumni Universitas Al-Azhar Kairo Mesir,
– Kandidat Doktor di Pascasarjana S3 UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Page 4 of 4













