Paudah menilai, pendekatan LSDP menuntut adanya keterpaduan antara upaya di hulu dan hilir. “Ketika sekolah dan masyarakat mampu mengurangi serta memilah sampah sejak dari sumbernya, proses daur ulang, pengolahan kompos, hingga pengurangan beban TPA dapat berjalan lebih optimal dan ekonomis,” papar Paudah.
Lebih lanjut, Paudah menyebut, tujuan utama program peningkatan layanan pengelolaan sampah di satuan pendidikan adalah membentuk karakter siswa agar mampu menjadi agen perubahan dalam menciptakan lingkungan bersih dan sehat, baik di sekolah maupun di rumah.
Untuk mewujudkan tujuan tersebut, pengelolaan sampah perlu diintegrasikan ke dalam pembelajaran dan memberikan ruang bagi siswa untuk terlibat langsung.
Siswa juga didorong berperan dalam kampanye lingkungan serta mengajak keluarga dan masyarakat menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.













