Selain itu, 133 kegiatan pengamanan proyek strategis dengan nilai mencapai Rp17,3 triliun berhasil dilaksanakan, memastikan pembangunan berjalan lancar tanpa gangguan hukum.
Kejati Jabar juga memanfaatkan media sosial untuk mendekatkan diri dengan masyarakat. Transparansi menjadi salah satu pilar reformasi birokrasi yang diterapkan, dengan 243 laporan pengaduan dari masyarakat yang diterima sepanjang tahun ini.
Katarina menegaskan, “Keterbukaan adalah bagian dari reformasi. Kami terus berupaya memastikan kepercayaan publik terjaga melalui pelayanan yang responsif dan transparan”.
Meski telah mencatat berbagai capaian, Katarina mengakui tantangan penegakan hukum masih besar. Dengan inovasi dan kerja sama berbagai pihak, Kejati Jabar optimis dapat terus menjadi pelopor dalam menciptakan keadilan di Jawa Barat.












