• DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA CYBER
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • Contact Us
Minggu, April 26, 2026
  • Login
Bedanews
Advertisement
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
Bedanews
No Result
View All Result

Home » Kartini dan Senyum Luka: Antara Kebaya dan Empati yang Diperkosa

Kartini dan Senyum Luka: Antara Kebaya dan Empati yang Diperkosa

Hargib by Hargib
22 April 2026
in Edukasi, Profil
0
RA.Kartini/pinterest

RA.Kartini/pinterest

0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Di Balik Maya, Ada Sindikat Besar

Aku tidak tahu bahwa di balik satu akun Maya, ada sindikat terstruktur. Mereka punya psikolog sendiri yang merancang narasi. Mereka punya tim kreator konten yang membuat cerita sedih yang perfectly crafted untuk menembus pertahanan emosional perempuan. Menyebutnya scam saja terlalu ringan. Ini empathy harvesting’ panen empati. Mereka tahu persis titik lemah Perempuan, rasa ingin menyelamatkan, rasa tidak tega, rasa bersalah jika tidak membantu. Dan mereka tahu bahwa perempuan Indonesia, yang dari kecil dididik untuk menjadi lembut, penyayang, tidak egois, adalah target paling empuk.

Ancaman dan Rasa Bersalah

Ketika aku mulai sadar dan mencoba berhenti transfer, wajah Maya berubah. Suaranya tidak lagi lembut. “Kamu tega? Adikku akan mati dan itu salahmu. Kamu perempuan tidak punya hati. Semua orang akan tahu betapa jahatnya kamu.” Aku lumpuh. Ancaman itu memanfaatkan satu hal, adalah rasa bersalahku sebagai perempuan yang katanya harus sempurna dalam menolong. Aku tidak berani cerita ke siapa pun. Malu. Aku yang kuliah tinggi, yang bekerja di kantor bagus, yang setiap Kartini naik panggung membaca surat-surat Kartini, ternyata jatuh ke dalam scam berkedok kebaikan. Total kerugianku mencapai tujuh puluh tiga juta rupiah. Tapi bukan itu yang paling menyakitkan. Yang paling melukai adalah ketika aku sadar, empatiku telah diperkosa’. Sifat yang paling aku banggakan sebagai perempuan, justru menjadi pintu masuk bagi kejahatan.

BeritaTerkait

Keren! Ketua DPRD Renie Rahayu Jadi Pemateri Sinergisitas Program Kewilayahan

26 April 2026

UIN Bandung Peringkat 801+ Asia versi THE WUR 2026, Posisi Terbaik PTKIN se-Indonesia

25 April 2026
Page 3 of 12
Prev1234...12Next
Tags: Antara KebayaEmpati yang DiperkosaKartiniSenyum Luka
Previous Post

Kartini, Merawat Kewarasan di Tengah Manipulasi Dunia

Next Post

Go Internasional, Jurnal Religious Fakultas Ushuluddin UIN SGD Terindeks Scopus

Related Posts

Edukasi

Keren! Ketua DPRD Renie Rahayu Jadi Pemateri Sinergisitas Program Kewilayahan

26 April 2026
Edukasi

UIN Bandung Peringkat 801+ Asia versi THE WUR 2026, Posisi Terbaik PTKIN se-Indonesia

25 April 2026
Edukasi

Rektor UIN Bandung Masuk 9 Besar Rektor dengan H-Index Tertinggi di Indonesia versi AD Scientific Index

25 April 2026
Edukasi

Religious Jurnal Studi Agama-Agama UIN Bandung Resmi Terindeks Scopus, Genapkan Delapan Jurnal Bereputasi Internasional

25 April 2026
Edukasi

Pemkot Bandung Benahi Ruang Kelas dan Perkuat Pendidikan Karakter Siswa

24 April 2026
Edukasi

FGD Bahas Keris Empu Puryadi, Personalisasi Jadi Kunci Lestarikan Tradisi

24 April 2026
Next Post

Go Internasional, Jurnal Religious Fakultas Ushuluddin UIN SGD Terindeks Scopus

JDIH DPRD Kota Cimahi

LPKL

BEDA Itu pilihan

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA

MFC - Bedanews.com © 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result

MFC - Bedanews.com © 2021