Alasan lain kenapa warga tidak mau tes, bisa jadi karena ketika di tes hasilnya positif, warga dipaksa harus isolasi, tidak bisa mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Hal ini yang menjadi salah satu penyebab sebaran virus sulit di kendalikan.
Dalam sistem islam, tes dilakukan secara cepat, massif, akurat dan gratis. Tanpa pandang bulu. Selanjutnya dilakukan tracing kontak orang yang hasil tesnya positif dan dilakukan penanganan lebih lanjut. Warga yang terkonfirmasi positif akan mendapatkan perawatan secara gratis. Tidak hanya orang yang bersangkutan yang dibiayai, tapi keluarganya akan ditanggung oleh negara.
Apakah mungkin sistem kapitalis bisa melakukan ini? Alih-alih bisa menangani pandemi, sistem kapitalis lebih peduli dengan keselamatan ekonomi.













